INGIN PULANG SETELAH LIHAT FOTO BAPAK DAN KAKAK DI DESA

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur (KBRI Kuala Lumpur) menangani kasus Warga Negara Indonesia (WNI)/Pekerja Migran Indonesia (PMI) atas nama Marselina Seze asal Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang telah bekerja dan tidak pernah ingin pulang selama hampir 15 tahun di Malaysia.

“Sudah tak ada keluarga lagi saya, buat apa pulang, biar saja gaji dan barang berharga saya disimpan majikan,” ujarnya pasrah ketika pertama kali ditemui Satuan Tugas Pelayanan dan Pelindungan KBRI Kuala Lumpur. Bahkan Marselina sempat memihak majikan dan menolak bantuan pelindungan KBRI Kuala Lumpur setiap kali mediasi dan negosiasi dilakukan dengan pihak majikan dan pengacaranya. Dengan semangat kepedulian dan keberpihakan, Satgas terus mendesak pihak Jabatan Tenaga Kerja Malaysia untuk menegakkan hak ketenagakerjaan untuk Marselina. Upaya gigih dan kerja sama yang baik dengan Jabatan Tenaga Kerja Malaysia, berbuah hasil dan Marselina berhasil mendapatkan hak gajinya selama 15 tahun bekerja. Namun tetap, ia masih tegas tidak mau pulang.

Satgas tidak menyerah dan terus menggali asal-usulnya. Selain bekerja sama dengan Jabatan Tenaga Kerja Malaysia, Satgas juga berkoordinasi dengan BP3TKI Kupang dan berhasil mendapatkan kontak dan foto bapak dan kakak Marselina di Desa Denatana, Kec. Wolomeze, Kab. Ngada, NTT. “Tuhan, mengapa rambut kakak saya seperti itu, saya yang biasa gunting rambutnya” tangis tawa Marselina bercampur satu sambil memeluk salah satu anggota Satgas setelah foto-foto bapak dan kakaknya ditunjukkan kepadanya disela-sela mediasi.

“Saya ingin pulang,” sebuah kalimat sederhana dari Marselina yang menjadi bekal kuat bagi Satgas untuk mendesak pihak majikan beserta pengacaranya, untuk memenuhi hak pemulangan bagi Marselina. Adalah hak bagi setiap pekerja migran untuk pulang dan berkumpul dengan keluarganya, namun tanpa kehendak nyata dari pekerja migran sendiri untuk memperjuangkan haknya, cukup sulit bagi Perwakilan RI untuk memberikan pelindungan yang terbaik.

Direncanakan Marselina Seze akan kembali dan tiba di Kupang dengan Lion Air JT692 pada hari Jum’at, 12 Oktober 2018, pukul 14. 25 WIT, didampingi oleh Sekretaris Pertama Konsuler, Yulisdiyah K. Nuswapadi, untuk diserahterimakan kepada BP3TKI Kupang dan pihak keluarga Marselina di Kupang.

Menurut catatan KBRI Kuala Lumpur, PMI bermasalah dari daerah asal NTT menempati peringkat ke-5 setelah Jawa Barat, Sumut, Jatim, dan Jateng, dengan prosentase 8,2% dari total kasus yang ditangani. Khusus di Tahun 2018 sampai dengan Bulan Oktober, KBRI Kuala Lumpur telah menangani 725 WNI/PMI bermasalah dan berhasil menyelamatkan hak gaji mereka mencapai 3,6 Milyar Rupiah.

administratorBerita KBRI
'INGIN PULANG SETELAH LIHAT FOTO BAPAK DAN KAKAK DI DESA' Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur (KBRI Kuala Lumpur) menangani kasus Warga Negara Indonesia (WNI)/Pekerja Migran Indonesia (PMI) atas nama Marselina Seze asal Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang telah bekerja dan tidak pernah ingin pulang selama hampir...