Untuk memenuhi janji Presiden RI Joko Widodo yang disampaikannya saat kunjungan ke Kuching Sarawak medio November 2017, Duta Besar RI untuk Malaysia telah menggenapi target pendirian 50 Community Learning Center (CLC) di wilayah Sarawak. Sebanyak 17 CLC yang baru dibentuk di Bintulu, Miri, Sibu, Mukah, Sri Aman, Semarahan, dan Kuching, Sarawak, telah melengkapi jumlah keseluruhan 53 CLC yang diresmikan oleh Dubes Rusdi Kirana pada Rabu 6 Juni hingga 8 Juni 2018. Peresmian kali ini dilakukan menempuh perjalanan dengan medan yang lebih berat, ditambah lagi dilakukan pada pertengahan bulan Ramadhan 1439H.

Dubes Rusdi Kirana didampingi Konjen RI Kuching, Jahar Goltom, Atdikbud KBRI Kuala Lumpur, Prof. Ari Purbayanto, dan sejumlah diplomat KBRI Kuala Lumpur dan KJRI Kuching, menerobos perkebunan sawit dari Miri ke Bintulu Sarawak Rabu pagi 6 Juni 2018 dengan mobil dobel gardan selama 4 jam, untuk meresmikan 3 CLC di ladang Jelalong, Samling Plantations Sdn. Bhd. Kedatangan delegasi disambut oleh CEO Samling Plantation Sdn.Bhd, Laurent Chee, manajer ladang, para pekerja Indonesia dan siswa CLC. Persembahan tarian khas Sarawak disuguhkan oleh pengelola ladang sawit.

Dubes Rusdi dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadirannya ke ladang ini untuk memastikan semua anak-anak pekerja ladang dari Indonesia mendapatkan pendidikan yang layak dan memiliki dokumen paspor maupun surat kenal lahir. Hal ini merupakan amanat Presiden Jokowi bahwa semua WNI pekerja ladang dan keluarganya di Malaysia harus memiliki paspor dan izin tinggal. Dubes Rusdi juga menegaskan tidak boleh ada lagi anak-anak pekerja ladang yang ikut bekerja membatu orang tuanya di ladang sawit, dan para orang tua tidak boleh melarang anaknya bersekolah di CLC. “Pendidikan merupakan salah satu cara memutus mata rantai kebodohan dan kemiskinan agar kelak mendapat pengh
idupan yang lebih baik,” tegas Dubes Rusdi.

Pada kesempatan yang sama Dubes bersama Atdikbud KBRI Kuala Lumpur, juga menyerahkan 300 buku cerita anak-anak bantuan dari Mendikbud RI untuk anak-anak CLC di ladang Jelalong, ladang Belaga dan ladang Lana Samling Plantation Sdn. Bhd. Diharapkan anak-anak TKI perladangan sawit yang kebanyakan lahir di Malaysia, tidak buta akan sejarah dan budaya Indonesia.

Sementara itu CEO Samling Plantation Sdn.Bhd., mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh Pemerintah RI terhadap nasib pendidikan dan legalitas pekerja Indonesia dan anak-anaknya. Laurent berjanji akan terus membantu dan memberikan fasilitasi kepada CLC yang baru diresmikan ini. Selain meresmikan CLC baru KBRI Kuala Lumpur dan KJRI Kuching juga melakukan pelayanan penerbitan paspor dan surat keterangan lahir bagi anak-anak TKI.

Pada hari kedua 7 Juni 2018 di Miri Sarawak, Dubes dan rombongan melanjutkan peresmian CLC baru di ladang Empresa dan ladang Sg. Laong Yuwang Plantation group serta CLC ladang Binu Tradewins Plantation group.

Dalam kesempatan menyampaikan sambutannya, beliau selalu mengingatkan kepada orang tua agar menyekolahkan anaknya di CLC yang telah didirikan ini. Sekolah menjadi keharusan bagi anak-anak Indonesia untuk merubah nasib, sehingga kehidupannya kelak lebih baik lagi. “Anak-anak ini memiliki masa depan, mereka kelak bisa menjadi tenaga prifesional, bahkan pada tahun ini beberapa anak TKI dari Sekolah Indonesia Kota Kinabalu mendapatkan kesempatan beasiswa mengikuti pendidikan penerbang dan mekanik pesawat,” jelas Dubes Rusdi.

Dubes Rusdi Kirana selanjutnya memberikan kesempatan dialog dengan orang tua dan anak-anaknya. Dubes melontarkan pertanyaan kepada orang tua dan anak-anak dan memberikan hadiah uang ringgit kepada siapapun yang berani tampil ke depan panggung.

Pada kesempatan peresmian CLC kaai ini, Dubes juga mengingatkan agar WNI dapat menggunakan hak pilihnya di Pemilu tahun 2019.

Kegiatan peresmian CLC selanjutnya yang menjadi penutup safari Ramadhan, dilakukan pagi ini 8 Juni 2018 di KJRI Kuching, Sarawak. Sebayak 11 CLC baru sisanya secara simbolis diresmikan Dubes. Dengan demikian menggenapi target pendirian CLC i Sarawak, keseluruhannya sebanyak 53 CLC telah beroperasi dan diresmikan oleh Dubes Rusdi Kirana. [EF].

administratorBerita KBRI
  ¬†Untuk memenuhi janji Presiden RI Joko Widodo yang disampaikannya saat kunjungan ke Kuching Sarawak medio November 2017, Duta Besar RI untuk Malaysia telah menggenapi target pendirian 50 Community Learning Center (CLC) di wilayah Sarawak. Sebanyak 17 CLC yang baru dibentuk di Bintulu, Miri, Sibu, Mukah, Sri Aman, Semarahan, dan...