Belajar Membuat Website Sederhana di Coding Mum

Pada tahun 1980-an ketika era industri sedang berkembang sering kita lihat banyaknya pelatihan kepada para wanita di rumah-rumah seperti contohnya menjahit, tujuannya agar para wanita bisa berwirausaha di rumah. Tetapi pada era tahun 2000-an, ada satu media lagi yang belum dijelajah yaitu media internet/online, media online ini bisa membawa suatu usaha untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Coding Mum adalah suatu program di Indonesia yang diadakan oleh KOLLA Education yang berkolaborasi dengan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Republik Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan teknis bagi ibu rumah tangga Indonesia untuk belajar bahasa pemrograman.

Coding Mum sudah merambah ke luar negeri seperti Hongkong, Singapura dan Malaysia. Di Malaysia pertama kali diadakan di Kuala Lumpur pada bulan Oktober 2017, sasaran utamanya adalah para tenaga kerja wanita informal atau pekerja wanita di pabrik. Salah satu syarat bisa bergabung dengan program Coding Mum yaitu memiliki pengetahuan dasar komputer.

“Mungkin untuk  menjadikan seseorang menjadi programmer itu terlalu jauh, maka Coding Mum di Kuala Lumpur bertujuan agar para tenaga kerja wanita di luar negeri ketika pulang kampung nanti dapat menyebarkan informasi kepada rekan atau saudara mara di Indonesia, bahwa membuat suatu program itu mudah.” ujar Indra Gunawan, Koordinator Coding Mum Malaysia.

Pelatihan di Kuala Lumpur merekrut 16 (enam belas) sukarelawan asal Indonesia yang bekerja di bidang IT dan dijadikan sebagai pelatih/mentor maka pada tanggal 13 Januari 2018 sudah berhasil meluluskan 11 (sebelas) peserta wanita asal Indonesia dari berbagai profesi seperti ibu rumah tangga dan pekerja.

“Syarat kelulusan peserta harus menghadiri 8 kali pertemuan (8x3jam), kami mengenalkan dasar pemrograman HTML, CSS, Javascript, Primeboot, dan peserta pun dibekali ilmu-ilmu yang sebetulnya dipakai di industri software jaman sekarang misalnya Bootstrap, artinya tampilan web yang dibuat oleh bootstrap akan menyesuaikan ukuran layar dari browser yang kita gunakan baik di desktop, tablet ataupun mobile device.” kata pria yang merupakan lulusan Universitas Komputer Bandung.

Salah seorang peserta dari pelatihan Coding Mum yaitu Supridawati menilai bahwa pelatihan ini banyak membawa dampak positif terutama untuk menambah wawasan.

“Saking menariknya belajar coding saya sampai tidur jam 3 subuh, tetapi alhamdulilah hasilnya cukup memuaskan meskipun website yang dihasilkan belum sempurna.” ujar wanita yang biasa disapa Ida ini.

Menurut Indra setelah diadakan program Coding Mum yang pertama, banyak sekali antusias dari wanita warga Indonesia di Kuala Lumpur yang ikut tertarik dengan program ini.

“Ada kemungkinan pendaftaran Coding Mum untuk angkatan kedua akan dibuka kembali. Dan harapannya kedepan agar semakin banyak perempuan yang terjun ke dalam industri coding, karena  era informasi ini segala sesuatunya bergerak dengan cepat, kalau tidak mengikuti maka semuanya akan ketinggalan.” tutup Indra.

Astrid Sekretaris DCMCaraka Online
Belajar Membuat Website Sederhana di Coding Mum Pada tahun 1980-an ketika era industri sedang berkembang sering kita lihat banyaknya pelatihan kepada para wanita di rumah-rumah seperti contohnya menjahit, tujuannya agar para wanita bisa berwirausaha di rumah. Tetapi pada era tahun 2000-an, ada satu media lagi yang belum...