Dalam rangka memperkuat kerja sama regional dalam menghadapi ancaman bersama di kawasan khususnya terorisme dan radikalisme, pada tanggal 24 – 26 Januari 2018 di Nusa Dua, Bali telah dilaksanakan pertemuan antara Indonesia dengan lima negara ASEAN lainya antara lain Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Thailand dan Singapura telah menyepakati kerja sama di bidang pertukaran informasi strategis dengan nama “Our Eyes”.

Kesepakatan kerja sama ini ditandai dengan acara “Our Eyes” Soft Launching melalui pemukulan gong dan penandatanganan Joint Statement secara bergantian oleh Menhan RI Ryamizard Ryacudu bersama Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Brunei Darussalam Dato Seri Pahlawan Haji Abdul Aziz bin Haji Mohd Tamit, Wamenhan Malaysia YB Dato’ Sri Mohd Johari bin Baharum, Undersecretary for Defence Operation DOD Philippines Cesar B. Yano, Senior Minister of State for Defence and Foreign Affairs Singapura Dr. Mohammad Maliki bin Osman dan Wamenhan Thailand Jenderal Chaichan Changmonkol yang telah dilaksanakan pada hari Kamis 25 Januari 2018 di Nusa Dua, Bali.

Menhan RI mengatakan, soft launching “Our Eyes” merupakan wujud konkrit kerja sama enam negara di kawasan dalam rangka perang terhadap terorisme dan radikalisme yang sedang berkembang pesat dan telah menjadi kekhawatiran hampir semua negara di dunia dewasa ini.

Menurut Menhan RI, kecenderungan perkembangan lingkungan strategis di masa kini semakin sulit diprediksi dan penuh ketidakpastian. Ancaman dimasa depan tidak lagi hanya ancaman konvensional atau ancaman konflik antar negara, namun ancaman realistis dari ideologi tertentu dan kelompok masyarakat lintas negara yang tidak puas dan terpinggirkan menjadi semakin nyata. Lebih lanjut dikatakan Menhan RI, melalui Soft Launching “Our Eyes” ini diharapkan menjadi momentum yang tepat bagi kepemimpinan pertahanan terkait perang terhadap terorisme dan radikalisme di kawasan.

Soft Launching “Our Eyes” ini juga dapat menjadi barometer awal kerja sama enam negara yang paling terpengaruh terorisme dan radikalisme di kawasan Asia Tenggara. Bahkan bukan tidak mungkin di masa depan, kerja sama “Our Eyes” akan berkembang bukan saja terkait bidang terorisme dan radikalisme tetapi meningkat di bidang kerja sama keamanan lainnya. Latar belakang gagasan atau inisiatif kerja sama “Our Eyes” ini dipengaruhi oleh adanya ancaman terorisme dan radikalisme di kawasan Asia Tenggara. Mengingat masing – masing negara memiliki cara yang berbeda dalam menanggulangi ancaman tersebut, maka dibutuhkan sinergitas dan koordinasi dalam rangka mendapatkan informasi yang strategis.

(sumber website Kementerian Pertahanan Republik Indonesia)

 

 

Caroline S.Caraka OnlinePertahanan
Dalam rangka memperkuat kerja sama regional dalam menghadapi ancaman bersama di kawasan khususnya terorisme dan radikalisme, pada tanggal 24 – 26 Januari 2018 di Nusa Dua, Bali telah dilaksanakan pertemuan antara Indonesia dengan lima negara ASEAN lainya antara lain Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Thailand dan Singapura telah menyepakati kerja sama...