ABK Mt Vara telah tiba di Indonesia

04 Januari 2018, dalam kegiatan rutinitas yang dilakukan Satker Perhubungan KBRI Kuala Lumpur telah dihubungi oleh seorang WNI yang mengaku sebagai pelaut. Ia mengaku bekerja di atas sebuah kapal Cargo Chemical Tanker berbendera Tuvalu yang saat ini sedang Anchorge di Pelabuhan Klang, Malaysia. Satker Perhubungan bekerjasama dengan Jabatan Laut Malaysia telah mengidentifikasi sebab – sebab kapal tersebut tidak berlayar karena diketahui sedang mengalami perbaikan akibat kecelakaan saat berlayar dari Dumai, Indonesia menuju Pelabuhan Klang, Malaysia. Kapal Tanker tersebut telah berada di Pelabuhan Klang sejak bulan Agustus 2017. Satker Perhubungan berhasil mengidentifikasi awak kapal yang berjumlah sebanyak 13 ABK yang kesemuanya adalah WNI. Capt kapal Mt Vara yakni Capt. Hari Darmanto mengeluhkan bahwa sejak kapal ini Anchorge untuk perbaikan hampir 5 bulan gaji awak kapal dan persediaan perbekalan di atas kapal sudah tidak dibagi. Kondisi ini menyebabkan ABK mulai mengalami depresi dan sudah mulai tidak terkontrol.

Satker Perhubungan menindaklanjuti dengan menghubungi Agen Perkapalan di Malaysia, hasil dari komunikasi tersebut diketahui bahwa kapal ini dimiliki oleh Aquarius Shipping Pte Ltd yang berada di Singapura. Perusahaan ini sedang mengalami masalah keuangan yang menyebabkan pembayaran gaji awak kapal dan agen perkapalan menjadi berantakan. Agen Kapal mengakui bahwa pemilik kapal berhutang kepadanya sebesar RM 100,000,- dan saat ini kapal telah diambil alih oleh asuransi. 09 Januari 2018, atas tindak lanjut yang telah dilakukan oleh Satker Perhubungan diadakanlah sebuah pertemuan yang disponsori oleh pihak Jabatan Laut Malaysia dengan mengundang masing – masing perwakilan yang terlibat dalam isu permasalahan ini.

Satker Perhubungan menekankan dalam diskusi tersebut agar permohonan Sign Off dan Gaji ABK Indonesia segera diselesaikan. Sikap ini juga mendapatkan dukungan  dari Jabatan Laut Malaysia dan memberikan tenggat waktu selama dua minggu kepada pihak insuranse untuk menyelesaikan proses Sign Off dan Gaji ABK. Pihak Insuranse menanggapi bahwa untuk permasalahan gaji ABK telah dibayarkan sedangkan sisanya akan dilunaskan saat Sign Off ABK yang dijadwalkan pada tanggal 06 Februari 2018.

Capt Mt Vara bersama ke-13 ABK mengucapkan terima kasih sebesar – besarnya kepada Satker Perhubungan karena telah membantu negosiasi dan penyelesaian masalah mereka. Terakhir mereka telah mengkonfirmasi ketibaan mereka di Bandara Soekarno Hatta, Indonesia. (Nawangga S Pratama, Satker Perhubungan)
RadenAngga88@AthubCaraka Online
ABK Mt Vara telah tiba di Indonesia 04 Januari 2018, dalam kegiatan rutinitas yang dilakukan Satker Perhubungan KBRI Kuala Lumpur telah dihubungi oleh seorang WNI yang mengaku sebagai pelaut. Ia mengaku bekerja di atas sebuah kapal Cargo Chemical Tanker berbendera Tuvalu yang saat ini sedang Anchorge di Pelabuhan Klang, Malaysia....