Pada tanggal 20 Julai 2017 yang lalu di Kuala Lumpur telah dilaksanakan Sidang Ke-13 High Level Committee Malaysia-Indonesia (HLC MALINDO). Sidang ini dipimpin oleh Ketua Bersama, YM Jeneral Tan Sri Raja Mohamed Affandi bin Raja Mohamed Noor yang juga bertindak sebagai Ketua HLC Malaysia dan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo selaku Ketua HLC Indonesia. Dalam Sidang Ke-13 HLC MALINDO ini membahas tentang capaian dan kinerja badan-badan di bawah HLC serta melaporkan semua kegiatan yang telah, sedang dan akan dilaksanakan mulai 14 Desember 2014 hingga 19 Juli 2017.

Antara badan badan di bawah HLC antara lain: Coordinated Operation Control Committee (COCC) dan badan-badan dibawahnya yaitu Tim Perancang Intelijen (TPI), Tim Perancang Operasi Darat (TPOD), Tim Perancang Operasi Laut (TPOL), Tim Perancang Operasi Udara (TPOU), Tim Perancang Komunikasi (TPK) dan Kumpulan Kerja Search and Rescue (KK SAR) mulai 14 Desember 2014 sehingga 19 Juli 2017.

Dalam kata sambutannya YM Jeneral Tan Sri Raja Mohamed Affandi bin Raja Mohamed Noor, Ketua HLC Malaysia mengucapkan selamat kepada COCC Malaysia yang telah berhasil mengoperasikan POS GABMA (Gabungan Bersama) Ba Kelalan dan Long Midang yang telah diresmikan pada tanggal 8 Desember 2015 yang lalu. Dengan wujudnya POS GABMA baru tersebut diharap COCC dapat memperkuat pemantauan dan pengawasan di perbatasan serta kawalan di pintu masuk dan keluar di kawasan tersebut dan yang paling utama adalah dapat mewujudkan lingkungan yang aman untuk mempertahankan kemapanan pembangunan ekonomi serta dapat mengurangkan indeks kriminal dan pencerobohan perbatasan serta, penyeludupan.

Sementara dalam kata sambutan Ketua HLC Indonesia, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan apresiasi/ penghargaannya atas tindak lanjut arahan Ketua Bersama pada sidang yang lalu dan pelaksanaan seluruh kegiatan di bawah COCC yang telah dilaksanakan sesuai jadwal dan telah disepakati bersama oleh kedua pihak yang meliputi pertukaran informasi intelijen, operasi pengamanan perbatasan darat, laut dan udara dengan dukungan kerja sama komunikasi kedua negara.

Beliau menambahkan agar dalam kerja sama bidang intelijen kedua negara, diharapkan seluruh badan intelijen darat, laut dan udara terus meningkatkan kerjasamanya melalui pertukaran informasi secara rutin dan aktual/ terkini sehingga dapat mengantisipasi/ menjangkakan segala kemungkinan ancaman yang dihadapi kedua negara, seperti: penyelundupan narkoba, kegiatan ilegal, kejahatan lintas batas, pelanggaran di sepanjang wilayah darat, laut maupun udara Indonesia dan Malaysia oleh negara lain, dan permasalahan teroris yang saat ini semakin mengancam serta masalah lain yang dapat mengganggu keamanan dan kedaulatan kedua negara.

Dari pertemuan ini disepakati tujuan penting yang ingin dicapai dari kerja sama dan latihan antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan Angkatan Tentera Malaysia (ATM) adalah untuk meningkatkan pilar/ tonggak hubungan bilateral antara kedua negara sahabat, dilandasi saling pengertian dan kerjasama yang baik. Di samping itu, diharapkan juga melaksanakan saling menukar pengalaman dan pengetahuan untuk meningkatkan mutu dan profesionalisme prajurit kedua negara.

Pada sidang yang juga turut dihadiri oleh Dirjen BAK Kemdagri, Drs. EkoSubowo, M.B.A. dan Dirjen Strahan Kemhan Mayjen TNI YoedhiSwastanto ini menyepakati bahwa rencana Sidang Ke-14 HLC MALINDO akan dilaksanakan pada bulan Juli 2018 mendatang di Indonesia.

Caroline S.Caraka Online
Pada tanggal 20 Julai 2017 yang lalu di Kuala Lumpur telah dilaksanakan Sidang Ke-13 High Level Committee Malaysia-Indonesia (HLC MALINDO). Sidang ini dipimpin oleh Ketua Bersama, YM Jeneral Tan Sri Raja Mohamed Affandi bin Raja Mohamed Noor yang juga bertindak sebagai Ketua HLC Malaysia dan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo...