Sesi foto bersama pada acara pemutaran ‘Demi Ucok’ di The Cinematheque, The Content Pitching Centre, Kuala Lumpur. Dari kanan Atase Pendidikan dan Kebudayaan, ke delapan dari kanan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kuala Lumpur. Paling kiri Sekretaris Ketiga Penerangan, Sosial dan Budaya, dan ke dua dari kiri, Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur. (Dok Atdikbud KL).

Hari Filem Nasional Indonesia yang jatuh pada tanggal 30 Maret 2017, diperingati dengan pemutaran filem Indonesia bertemakan “Keberagaman Indonesia”, yaitu ‘Demi Ucok’; ‘Aisyah : Biarkan Kami Bersaudara’, dan ‘Mirror Never Lies’, yang diputar tiga hari berturut-turut dari 29 s.d 31 Maret 2017, di beberapa lokasi di Kuala Lumpur dan Selangor.

Filem ‘Demi Ucok’ diputar tanggal 29 Maret 2017, di Cinematheque, The Content Malaysia Pitching Centre, FINAS, Unit G09 & G10, Platinum Sentral, Jalan Stesen Sentral, Kuala Lumpur. Acara dihadiri Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Wakil dari Perbadanan Kemajuan Filem Nasional Malaysia (FINAS), Sekretaris Ketiga Penerangan, Sosial dan Budaya, Ketua Dharma Wanita Persatuan KBRI Kuala Lumpur, siswa/i Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, dan undangan lainnya sekitar 70 orang.

Hari kedua, tanggal 30 Maret 2017, filem “The Mirror Never Lies”, diputar di Auditorium, Management & Sciences University (MSU), University Drive, Off Persiaran Olahraga, Seksyen 13, 40100 Shah Alam, Selangor. Kali iini dihadiri lebih dari 300 pentonton, termasuk pejabat dari MSU, yaitu Dato’ Rosli Yusof, Vice President, International Corporate Communication, dan beberapa dosen dan staf manajemen MSU.

Pemutaran filem terakhir pada tanggal 31 Maret 2017, yaitu “Aisyah : Biarkan Kita Bersaudara”, diadakan di Auditorium, Asia Pacific University (APU) New Campus, Technology Park Malaysia, Bukit Jalil, 57000 Kuala Lumpur. Turut hadir juga Mrs Nancy Quah, Manager of Student Relation, APU, bersama tamu undangan lainnya berjumlah lebih dari 200 orang.

Kegiatan pemutaran seluruh filem dalam rangka Hari Filem Nasional 2017, dilaksanakan KBRI Kuala Lumpur, dibantu PPI Malaysia, dengan menghadirkan mahasiswa Indonesia dan asing di kampus MSU Shah Alam, dan APU Kuala Lumpur, serta siswa/i Sekolah Indonesia Kuala Lumpur. Acara menjadi menarik dengan dialog dan quiz bersama penonton yang cukup antusias, selain itu diberikan door prize kepada penonton yang beruntung.

Pekan Filem Indonesia di Luar Negeri, merupakan upaya pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Kementerian/Lembaga negara lainnya, dan komunitas filem turut mendorong pemutaran filem-filem Indonesia untuk publik, baik di dalam maupun di luar negeri, untuk menjangkau partisipasi publik meminati dan mencintai serta mendorong pertumbuhan filem Indonesia yang lebih pesat lagi di era digital (P/S)

administratorCaraka Online
Hari Filem Nasional Indonesia yang jatuh pada tanggal 30 Maret 2017, diperingati dengan pemutaran filem Indonesia bertemakan “Keberagaman Indonesia”, yaitu ‘Demi Ucok’; ‘Aisyah : Biarkan Kami Bersaudara’, dan ‘Mirror Never Lies’, yang diputar tiga hari berturut-turut dari 29 s.d 31 Maret 2017, di beberapa lokasi di Kuala Lumpur dan...