31 orang dosen dan staf Fakultas Teknik Universitas Pamulang (UNPAM) berkunjung ke Edukasi Untuk Bangsa (EUB) di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur Minggu, 26 Maret 2017. Rombongan UNPAM dipimpin oleh Yulizar Widiatama dan disambut oleh Budi Prastowo selaku Minister Counsellor Pensosbud Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan staf EUB.

Dalam kunjungan bertema “Pengabdian kepada Masyarakat” UNPAM memberikan satu buah mesin jahit portable untuk menunjang kegiatan belajar di kelas menjahit EUB. Para dosen UNPAM juga turut berpartisipasi mengajar para buruh migrant Indonesia di kelas-kelas EUB. Para dosen UNPAM berbagi ilmu mengenai perkembangan teknologi dan pemanfaatan teknplogi untuk meningkatkan pendapatan serta pelatihan kemahiran dan kewirausahaan.

Dalam kesempatan ini, UNPAM dan EUB menandatangani nota kesepahaman (Minutes of Understanding/MoU). Isi nota kesepahaman yaitu berupa komitmen kedua belah pihak untuk berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kualitas hidup para buruh migrant Indonesia yang ada di Malaysia.

Budi Prastowo menyampaikan bahwa dibawah naungan KBRI KL EUB bercita-cita untuk membantu para migran meningkatkan taraf pendidikan mereka. Ia berharap dengan adanya bimbingan dan pelatihan dari EUB, para buruh migran yang telah menyelesaikan kontrak kerjanya di Malaysia dapat membuka usaha mandiri ketika kembali ke Indonesia, sehingga mampu menyejahterakan keluarga dan lingkungan sekitar mereka. (Budi Prastowo/Informasi Masyarakat)

Jasliza JohorCaraka Online
31 orang dosen dan staf Fakultas Teknik Universitas Pamulang (UNPAM) berkunjung ke Edukasi Untuk Bangsa (EUB) di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur Minggu, 26 Maret 2017. Rombongan UNPAM dipimpin oleh Yulizar Widiatama dan disambut oleh Budi Prastowo selaku Minister Counsellor Pensosbud Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan staf EUB. Dalam kunjungan...