Dalam konsep pengelolaan penghasilan ZAPFINTM, kita mengenal istilah Future Spending dan Investment. Keduanya merupakan pos alokasi penghasilan untuk kebutuhan di masa mendatang. Namun, ada perbedaan di antara keduanya, yaitu jangka waktu dari kebutuhan di masing-masing pos.

Kebutuhan dalam pos future spending merupakan kebutuhan yang bersifat jangka pendek. Sementara dalam pos investment, kebutuhan yang ingin dipenuhi adalah kebutuhan jangka menengah hingga jangka panjang.

Dengan jangka waktu yang tidak sama, maka produk keuangan yang digunakan juga pasti berbeda. Untuk masing-masing jangka waktu, kita harus memilih produk keuangan dengan karakter yang paling sesuai dan optimal untuk digunakan, baik dari sisi potensi keuntungan maupun risiko.

Ibarat ingin bepergian dari Jakarta ke Bandung dan Jakarta ke Papua, kendaraan yang optimal untuk digunakan juga pasti berbeda. Kita bisa saja naik mobil untuk sama-sama mencapai dua tujuan tersebut dengan alasan tingkat risiko yang relatif kecil, tetapi jika kita memilih naik mobil dari Jakarta ke Papua tentu akan sampai dalam waktu yang lama.

Begitu pula jika kita memilih menggunakan pesawat untuk pergi ke dua tujuan itu. Naik pesawat ke Papua tentu lebih optimal dibandingkan opsi naik mobil tadi. Namun, jika kita menggunakan pesawat untuk ke Bandung, risikonya justru lebih besar dibandingkan manfaat yang kita dapatkan.

Menabung untuk Kebutuhan Jangka Pendek (Future Spending)

Kebutuhan jangka pendek merupakan segala sesuatu yang kita perlukan dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, misalnya kebutuhan mudik hari raya, berkurban, pembayaran uang sekolah anak enam bulan lagi, liburan akhir tahun, mengumpulkan Dana Darurat, dll.

Dengan jangka waktu yang relatif singkat, maka kebutuhan agar nilai uang tidak mengalami penurunan secara nominal lebih diutamakan dibandingkan mengejar kenaikan nilai. Selain itu, kemudahan pencairan uang juga menjadi faktor penting lain yang harus diperhatikan. Oleh sebab itu, untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek ini, produk keuangan yang sebaiknya dipilih adalah produk keuangan yang likuid, seperti produk perbankan (tabungan dan deposito) ataupun reksadana pasar uang.

Berinvestasi untuk Kebutuhan Jangka Menengah dan Jangka Panjang (Investment)

Kebutuhan yang baru akan dipenuhi dalam kurun waktu di atas satu tahun termasuk dalam kebutuhan jangka menengah atau jangka panjang. Berdasarkan pengalaman dalam menangani klien personal, pada praktiknya, masing-masing individu memiliki perspektif horizon waktu yang berbeda dan hal ini sangat dipengaruhi oleh profil risiko individu tersebut.

Sebagai contoh, kebutuhan mempersiapkan uang pangkal sekolah lima tahun lagi dianggap sebagai kebutuhan jangka menengah bagi seseorang yang memiliki profil risiko sangat konservatif. Sementara bagi seseorang berprofil risiko agresif, kebutuhan ini dipandang sebagai kebutuhan jangka panjang.

Dengan demikian, kita memang harus memahami profil risiko diri sendiri terlebih dahulu dan jangan pernah membandingkan profil risiko kita dengan orang lain karena kenyamanan dalam mengambil risiko untuk masing-masing orang pasti berbeda.

Untuk memenuhi kebutuhan jangka menengah maupun jangka panjang, dibutuhkan produk keuangan yang bisa memberikan kenaikan modal atas dana yang kita miliki. Kenaikan modal ini diharapkan bisa lebih besar dibandingkan dengan kenaikan biaya dari kebutuhan-kebutuhan kita di jangka menengah dan jangka panjang.

Meskipun sama-sama mengejar kenaikan modal, produk keuangan khususnya instrumen investasi, untuk kebutuhan jangka menengah sebaiknya tidak seagresif instrumen investasi untuk jangka panjang mengingat jangka waktunya relatif lebih pendek dan dikhawatirkan rentang waktunya tidak akan cukup untuk menunggu hingga nilai investasinya naik sesuai target apabila terjadi risiko penurunan nilai.

Instrumen investasi yang bisa dipilih untuk kebutuhan jangka menengah, antara lain reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran dan logam mulia. Sementara, instrumen investasi untuk jangka panjang, antara lain reksadana saham dan saham. Selain dalam bentuk produk keuangan, instrumen investasi untuk jangka panjang juga bisa berupa properti dan usaha/bisnis.

Nah, sudah jelas bukan, perbedaan antara menabung dan berinvestasi? Semoga artikel ini bisa membantu dalam membuat keputusan keuangan yang tepat, terutama dalam menetapkan strategi keuangan untuk mewujudkan impian yang diharapkan. (Budi Prastowo/Ratih Nurmalasari)

Jasliza JohorCaraka Online
Dalam konsep pengelolaan penghasilan ZAPFINTM, kita mengenal istilah Future Spending dan Investment. Keduanya merupakan pos alokasi penghasilan untuk kebutuhan di masa mendatang. Namun, ada perbedaan di antara keduanya, yaitu jangka waktu dari kebutuhan di masing-masing pos. Kebutuhan dalam pos future spending merupakan kebutuhan yang bersifat jangka pendek. Sementara dalam pos...