Minister Counsellor Pensosbud Trigustono Supriyanto menerima cenderamata dari salah satu Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH. Abdul Mannan.

Minister Counsellor Pensosbud Trigustono Supriyanto menerima cenderamata dari salah satu Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH. Abdul Mannan pada acara KonfersCab PCINU di Aula Hasanuddin KBRI Kuala Lumpur.(Dok KBRI KL/Fandhyta)

Pada Minggu, tanggal 26 Maret 2017 Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Malaysia telah mengadakan Konferensi Cabang ke-5. Acara tersebut diadakan di Aula Hasanuddin KBRI Kuala Lumpur dan dihadiri oleh sekitar 250 anggota Nahdlatul Ulama Cabang Istimewa Malaysia.

Hadir pada acara tersebut salah satu Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH. Abdul Mannan, Ketua Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Malaysia Ustadz Ahmad, Ketua Muslimat NU Mimin Mintarsih, Ketua KMNU Malaysia Alfian Mubarok Lc, Ketua Fatayat Kiki Rizki dan Ketua PKB Malaysia Saiful Aiman.

Pada acara ini KBRI Kuala Lumpur yang diwakili oleh Koordinator Fungsi (Korfung) Pensosbud Trigustono Supriyanto telah memberikan sambutan pembukaan secara resmi. KBRI menyampaikan apresiasi kepada PCINU yang telah melakukan kegiatan-kegiatan positif. Hal-hal positif tersebut perlu dijadikan momentum bagi pengurus baru. Korfung Pensosbud selanjutnya menyampaikan kepada Calon Pengurus Baru Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Malaysia suatu tantangan untuk melahirkan ide-ide yang lebih baik. Pada akhir sambutannya, Korfung Pensosbud menghimbau agar pengurus baru PCINU dapat membantu KBRI Kuala Lumpur dalam hal menyebar luaskan pengurusan berbagai dokumen untuk tidak melalui calo, karena lebih mudah dan murah berurusan langsung dengan KBRI Kuala Lumpur tanpa ada biaya tambahan apapun. Hadirin turut diminta untuk dapat menjadi penyambung lidah KBRI Kuala Lumpur dan menyebarkan informasi tersebut ke masyarakat Indonesia lainnya di Malaysia.

Dalam sambutan KH Abdul Manan menyampaikan bahwa PCINU Malaysia harus dapat menjadi perekat WNI yang tinggal di Malaysia dan dengan adanya Konferensi Cabang, berarti pengurus cabang hidup dan ada regenerasi dalam organisasi. Selanjutnya Abdul Manan menjelaskan masyarakat perlu ber-NU karena setiap orang membutuhkan orang lain. Dalam Al Quran dinyatakan bahwa umat perlu berjamaah, berpegang teguh kepada Allah dan ulama-ulama NU adalah pelanjut ulama sebelumnya, sehingga para ulama NU memiliki sanad yang tersambung dengan Rasulullah.(Fandhyta)

 

 

 

Jenny NababanCaraka Online
Pada Minggu, tanggal 26 Maret 2017 Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Malaysia telah mengadakan Konferensi Cabang ke-5. Acara tersebut diadakan di Aula Hasanuddin KBRI Kuala Lumpur dan dihadiri oleh sekitar 250 anggota Nahdlatul Ulama Cabang Istimewa Malaysia. Hadir pada acara tersebut salah satu Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH....