Maskapai penerbangan plat merah Garuda Indonesia Kuala Lumpur kini mempunyai pimpinan baru pindahan dari Yogjakarta, Supriyono.

“Pertama kali saya menjadi Sales Manager di Cengkareng membawahi Cengkareng hingga ke Banten. Setelah itu saya promosi jadi GM di Jayapura selama tiga tahun,” ujar Supriyono di kantornya The Intermark, Ampang Park.

Di tempat tersebut dengan budaya yang berbeda dan penuh tantangan namun demikian secara “market” atau “demand” bagus yakni “strong” atau kuat.

Kemudian dia pindah ke Solo. Di Solo budaya yang halus pasar juga bagus dan “sensitive price” tetapi Alhamdulillah berjalan dengan baik di Solo selama dua tahun.

“Kemudian pindah ke Yogja. Yogya market cukup strong dan flight cukup banyak. Di Yogjakarta tim saya hampir 90 orang dibawah saya. Kemudian punya flight sehari 17 kali. Saya 15 bulan di Yogjakrta,” katanya.

Mulai 10 Februari dirinya pindah ke Kuala Lumpur. Bagi Supriyono Kuala Lumpur selevel namun dari segi bobot di Kuala Lumpur tantangan cukup banyak karena airline-nya “sensitive price”.

“Kita berkompetisi dengan LCC yang harganya cukup kompetitif. Sedangkan Garuda full service. Setiap apapun diberikan service. Kalau full service ada nilai sendiri. Kalau LCC begitu naik tidak dapat apa-apa. Kalau kita dapat ini itu. Pelayanan. Ini yang membedakan kenapa harga Garuda berbeda. Karena kita full service,” katanya.

Kalau di LCC ekstra bagasi sedikit sedangkan kalau ada penambahan membayar sementara untuk Garuda tidak. Untuk ekonomi ada penambahan 20 kilogram kemudian business class bisa 30 kilogram. Kemudian dapat makan dan minum.

“Di Malaysia tantangan Garuda masih tinggi. Kita ada tiga kali penerbangan 08.40 GA 819, jam 12.50 siang kemudian sore jam 19 malam. Jadi punya pilihan tiga. Kalau Jakarta – KL kebalikannya dari sana pertama 08.35, jam 02.00 kemudian 16.50,” katanya.

Pihaknya akan menggali market yang ada karena potensi pasar cukup besar karena traffic ke Indonesia cukup besar. Diantaranya ada sisi corporate, businessman, golfer, TKI dan leisure.

“TKI atau labour. Ini akan didekati. Kemudian leisure. Orang yang bepergian untuk wisata. Baik dari sana ke sini maupun Kuala Lumpur ke Jakarta. Sekarang kan banyak destinasi. Laboan Bajo dan sebagainya itu menjadi target market kita,” katanya.

Dia menegaskan setiap ada event pihaknya juga akan mendorong agar bisa mempromosikan Indonesia sehingga pihaknya mendukung pariwisata baik di Indonesia maupun yang ada di Malaysia. (Agus Setiawan)

Agus SetiawanCaraka Online
Maskapai penerbangan plat merah Garuda Indonesia Kuala Lumpur kini mempunyai pimpinan baru pindahan dari Yogjakarta, Supriyono. 'Pertama kali saya menjadi Sales Manager di Cengkareng membawahi Cengkareng hingga ke Banten. Setelah itu saya promosi jadi GM di Jayapura selama tiga tahun,' ujar Supriyono di kantornya The Intermark, Ampang Park. Di tempat tersebut...