Bus Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur menerima bantuan bus kebudayaan berkapasitas 25 orang dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di Jakarta.

Duta Besar RI di Kuala Lumpur, Herman Prayitno, Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Prof Dr Ari Purbayanto dan staf KBRI terkait ikut menyaksikan kedatangan bus tersebut di halaman parkir KBRI Kuala Lumpur Jalan Tun Razak.

“Kami awalnya mau menggantikan mobil Sekolah Indonesia Kuala Lumpur namun waktu itu Mendiknas Anies Baswedan tidak setuju. Kata Pak Menteri kalau bus fungsinya hanya antar jemput anak sekolah kita nggak setuju tetapi bus yang harus memberikan fungsi bagi negara. Akhirnya kami mengubah nomenklatur bus kebudayaan,” katanya.

Ari mengatakan bantuan bus kebudayaan ini bagus untuk kegiatan memperkenalkan budaya Indonesia karena walaupun Indonesia dan Malaysia secara kultural dan geografis dekat namun sebenarnya kedekatan kultural ini tidak menjamin mereka faham.

“Dalam menjalankan misi kebudayaan penting juga memiliki sarana pendukung khususnya di wilayah semenanjung Malaysa. Saat ini fungsi kebudayaan kita sudah jalan. Kita banyak melibatkan siswa siswi Indonesia Kuala Lumpur. Mereka memiliki talenta seni, tari, angklung, gamelan. Mereka tidak hanya tampil di acara KBRI tetapi juga ikut partisipasi di acara-acara yang diselenggarakan Malaysia,” katanya.

Ari mengatakan anak-anak tidak hanya tampil di Kuala Lumpur namun juga ke Kedah, Penang, Johor Bahru dan sebagainya sehingga anak-anak perlu difasilitasi.

“Mereka jalankan misi kebudayaan sehingga perlu difasilitasi. Bus ini bisa digunakan untuk delegasi kebudayaan yang difasilitasi Indonesia. Misi-misi kunjungan kepresidenan kita bisa memfasilitasi untuk kegiatan,” katanya.

Ari mengatakan banyak warga Malaysia yang belum tahu kalau Tari Pendet, Piring dan sebagainya asalnya dari Indonesia sehingga pihaknya juga perlu memberikan informasi secara masif agar anak-anak Malaysia paham.

“Kiblat mereka adalah negara commonwealth atau persemakmuran padahal asal-usul mereka dari Indonesia. Bahkan mereka sering mengatakan itu budaya nenek moyang kami,” katanya.

Dia berharap kedepan agar Malaysia juga diberikan rumah budaya karena saat ini Timor Leste, Inggris dan Jerman sudah memiliki rumah budaya Indonesia.

“Ada 10 negara negara yang ada Atase Pendidikan juga sudah didukung pembiyaan untuk rumah budaya. Kami walau belum ada fisik, Alhamdulillah diberi mobil budaya. Kalau mobil bisa keliling. Kita melakukan misi pembelajaran Bahasa Indonesia bukan hanya tari,” kata akademisi IPB tersebut. Agus Setiawan / Info Kedutaan

Agus SetiawanCaraka Online
Bus Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur menerima bantuan bus kebudayaan berkapasitas 25 orang dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di Jakarta. Duta Besar RI di Kuala Lumpur, Herman Prayitno, Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Prof Dr Ari Purbayanto dan staf KBRI terkait ikut menyaksikan kedatangan...