KBRI Kuala Lumpur Perkuat Koordinasi dengan Jabatan Tenaga Kerja Perak

KBRI Kuala Lumpur Perkuat Koordinasi dengan Jabatan Tenaga Kerja Perak

Pada Jum’at 24 Mei 2017 delegasi KBRI Kuala Lumpur menemui pejabat Jabatan Tenaga Kerja (JTK) Negeri Perak di kantor JTK Negeri Perak, Ipoh untuk memperkuat koordinasi...

KBRI Kuala Lumpur dan Bernama Radio Tanda Tangani Perjanjian Program Radio

KBRI Kuala Lumpur dan Bernama Radio Tanda Tangani Perjanjian Program Radio "Kabar Merah Putih"

Penandatanganan Perjanjian Program Radio "Kabar Merah Putih" (KMP) antara KBRI Kuala Lumpur dengan Bernama Radio yang ditandatangani oleh Kepala Kanselerai, Bpk...

KBRI KL dan Pengacara Dampingi Siti Aisyah di Sidang Pertama

KBRI KL dan Pengacara Dampingi Siti Aisyah di Sidang Pertama

Tim Perlindungan WNI KBRI Kuala Lumpur bersama Pengacara dari kantor pengacara Gooi & Azzura mendampingi Siti Aisyah pada sidang pertamanya di Pengadilan Negeri...

KBRI KL Pastikan Kewarganegaraan dan Berikan Pendampingan Pada Siti Aisyah

KBRI KL Pastikan Kewarganegaraan dan Berikan Pendampingan Pada Siti Aisyah

Hari ini (25/2) pukul 10.30 Tim Perlindungan WNI KBRI Kuala Lumpur didampingi pengacara telah melakukan kunjungan kekonsuleran kepada Siti Aisyah di kantor polisi...

Jaksa Agung Ingatkan Jajarannya untuk Hindari Praktik Pungli

Jaksa Agung Muhammad Prasetyo mengingatkan jajaran kejaksaan untuk mendukung reformasi hukum, terutama menghindari segala bentuk pungutan liar.

 

Hal itu sejalan dengan program pemerintah untuk menyapu bersih praktik pungli di semua instansi pelayanan publik dan penegak hukum.

"Saya imbau agar tetap pandai mawas diri serta beri arahan di unit masing-masing untuk menghindari perilaku pungli yang koruptif yang merugikan diri sendiri, keluarga, atau institusi kejaksaan," kata Prasetyo, dalam acara pelantikan eselon II kejaksaan, di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (26/10/2016).

Ia menyadari masih banyak celah di unit kejaksaan untuk terjadinya praktik pungutan liar.

Banyak pula jaksa yang tertangkap tamgan melakukan korupsi dan pemerasan.

Hal tersebut berdampak pada citra kejaksaan di mata publik.

Oleh karena itu, Prasetyo menegaskan, para jaksa harus menunjukkan kepada publik bahwa ada kemauan untuk berubah agar stigma negatif masyarakat hilang.

"Perlu perhatian penuh dan penyelesaian yang serius. Kita harus ingat bahwa perbuatan satu oknum akan mencoreng nama instansi secara keseluruhan," kata Prasetyo.

Menurut dia, butuh waktu yang lama untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.

Sapu bersih pungli yang digalakkan pemerintah bisa jadi momentum bagi kejaksaan untuk melakukan reformasi internal.

"Saya tegaskan tak akan main-main dengan ini. Kalau ada oknum jaksa yang terbukti, akan ditindak tegas," kata Prasetyo.

Pada pelantikan sejumlah kepala kejaksaan tinggi di beberapa daerah itu, Prasetyo juga meminta jajarannya menjaga integritas. 

Apalagi, menjelang Pilkada serentak 2017 di 101 daerah di Indonesia, para pejabat baru diminta beradaptasi di wilayah kerjanya masing-masing.

"Bersikap proaktif dalam sentra penegakan hukum terpadu untuk menyamakan pemahaman dalam.penangana perkara terkait Pilkada," kata Prasetyo.

(Sumber: Kompas.com)

Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur (Embassy of the Republic of Indonesia Kuala Lumpur)
No. 233 Jalan Tun Razak, WP KL 50400, Tel: +603-2116-4016/4017, Fax: +603-2141-7908

Copyright © 2013. All Rights Reserved.