KBRI Kuala Lumpur dan Bernama Radio Tanda Tangani Perjanjian Program Radio

KBRI Kuala Lumpur dan Bernama Radio Tanda Tangani Perjanjian Program Radio "Kabar Merah Putih"

Penandatanganan Perjanjian Program Radio "Kabar Merah Putih" (KMP) antara KBRI Kuala Lumpur dengan Bernama Radio yang ditandatangani oleh Kepala Kanselerai, Bpk...

KBRI KL dan Pengacara Dampingi Siti Aisyah di Sidang Pertama

KBRI KL dan Pengacara Dampingi Siti Aisyah di Sidang Pertama

Tim Perlindungan WNI KBRI Kuala Lumpur bersama Pengacara dari kantor pengacara Gooi & Azzura mendampingi Siti Aisyah pada sidang pertamanya di Pengadilan Negeri...

KBRI KL Pastikan Kewarganegaraan dan Berikan Pendampingan Pada Siti Aisyah

KBRI KL Pastikan Kewarganegaraan dan Berikan Pendampingan Pada Siti Aisyah

Hari ini (25/2) pukul 10.30 Tim Perlindungan WNI KBRI Kuala Lumpur didampingi pengacara telah melakukan kunjungan kekonsuleran kepada Siti Aisyah di kantor polisi...

Silaturahmi dan Sosialisasi Isu-Isu Kekonsuleran dan Keimigrasian KBRI KL di Damansara

Silaturahmi dan Sosialisasi Isu-Isu Kekonsuleran dan Keimigrasian KBRI KL di Damansara

Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur bersilaturahmi sambil...

Peresmian Ruang Pelayanan Lantai Mezzanine KBRI Kuala Lumpur dan   Collection Point Mandiri Remittance

Peresmian Ruang Pelayanan Lantai Mezzanine KBRI Kuala Lumpur dan Collection Point Mandiri Remittance

Pada 29 Desember 2016 bertempat di KBRI Kuala Lumpur, Duta Besar RI untuk Malaysia Herman Prayitno meresmikan Ruang Pelayanan Lantai Mezzanine KBRI Kuala Lumpur dan...

Jokowi Harap ASEAN Plus Jepang, China, dan Korsel Jadi Kunci Stabilitas Kawasan

Negara-negara anggota ASEAN menganggap tiga negara tambahan (plus three), yaitu Jepang, Republik Rakyat China, dan Korea Selatan, menjadi kunci dalam mengawal perdamaian, kestabilan, dan keamanan di kawasan.

Hal ini mengemuka dalam pertemuan ke-19 ASEAN Plus Three (APT) di Vientiane, Laos, Rabu (7/9/2016).

"ASEAN Plus Three harus mampu menjadi penjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan," kata Presiden Jokowi yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Presiden Jokowi memandang negara anggota APT harus lebih mengarahkan kerja sama dalam menjaga stabilitas politik dan keamanan di kawasan yang saat ini kerap diwarnai dengan ketidakpercayaan dan ketegangan.

Selain itu, Jokowi juga mengajak seluruh negara anggota APT untuk terus memperkokoh rasa percaya, menahan diri dari aksi yang meningkatkan ketegangan, menghormati hukum internasional, menyelesaikan secara damai, dan mengedepankan kerja sama untuk kesejahteraan.

Stabilitas politik dan keamanan kawasan akan menjamin terus berjalannya kesejahteraan yang telah dinikmati oleh negara anggota APT selama ini.

Sementara di bidang ekonomi yang menjadi pondasi utama APT, kerja sama antar negara anggota terus menunjukan ketahanan yang tinggi terhadap tantangan ekonomi dunia.

Volume perdagangan antar anggota APT saat ini mencapai 708,6 miliar dollar AS dengan investasi mencapai 31 miliar dollar AS.

"Sudah seharusnya kita bersyukur bahwa kerja sama ekonomi antar anggota APT masih dapat tumbuh positif dan tetap stabil meskipun terjadi perlambatan ekonomi di dunia," ujar Presiden Jokowi.

Untuk menjamin stabiltas ekonomi tersebut, Presiden Jokowi mengusulkan penguatan di bidang perdagangan dan investasi, serta penyediaan jaring pengamanan di sektor strategis seperti keuangan dan ketahanan pangan.

Untuk memastikan stabilitas keuangan, Presiden Jokowi juga mendorong peningkatan kontribusi negara-negara APT pada Chiang Mai Initiative Multilateralisation (CMIM) dan Asian Bond Market Initiative.

Dalam isu ketahanan pangan, peran APT Emergency Rice Reserve (APTERR) dipandang penting untuk dapat terus memastikan ketersediaan cadangan beras yang memadai di kawasan.

APT dibentuk pada 1997 sebagai salah satu upaya menghadapi krisis ekonomi di kawasaan Asia saat itu.

Negara-negara mitra wicara ASEAN yang tergabung dalam APT yaitu Jepang, RRT, dan Korea Selatan merupakan mitra ekonomi utama ASEAN dan telah menjalin kerja sama baik dan memberikan keuntungan bagi para pihak.

APT diharapkan dapat mendukung kesatuan dan sentralitas ASEAN dalam pembangunan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

(Sumber: Kompas.com)

 





Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur (Embassy of the Republic of Indonesia Kuala Lumpur)
No. 233 Jalan Tun Razak, WP KL 50400, Tel: +603-2116-4016/4017, Fax: +603-2141-7908

Copyright © 2013. All Rights Reserved.