Trade Expo Indonesia 2017

Trade Expo Indonesia 2017

Indonesia-one of the fastest growing countries in the emerging economies is set to be the new trade tourism and investment destination for the forward-looking buyers...

Tinjau KBRI KL, Ketua Komite II DPD Himbau TKI Gunakan Jalur Resmi

Tinjau KBRI KL, Ketua Komite II DPD Himbau TKI Gunakan Jalur Resmi

  KBRI Kuala Lumpur menerima kunjungan Ketua Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Parlindungan Purba, SH. MM. di Kuala Lumpur pada Jum'at (7/7).  Kunjungan...

KBRI Kuala Lumpur Terima Kunjungan DPD Komite III

KBRI Kuala Lumpur Terima Kunjungan DPD Komite III

DPD RI Komite III kunjungi KBRI Kuala Lumpur untuk membahas bersama isu-isu perlindungan WNI (14/7).

Kedatangan Dubes RI untuk Malaysia

Kedatangan Dubes RI untuk Malaysia

Bpk Rusdi Kirana, Dubes RI utk Malaysia tiba di Kuala Lumpur dan langsung meninjau fasilitas pelayanan di KBRI (6/7).    

Press Release : Program Re-Hiring dengan Enforcement Card (E-Kad) kepada Pekerja Asing Tanpa Ijin (PATI), Implikasi dan himbauan setelah berakhirnya program dimaksud

Press Release : Program Re-Hiring dengan Enforcement Card (E-Kad) kepada Pekerja Asing Tanpa Ijin (PATI), Implikasi dan himbauan setelah berakhirnya program dimaksud

  SIARAN PERS   Program Re-Hiring dengan Enforcement Card (E-Kad) kepada Pekerja Asing Tanpa Ijin (PATI), Implikasi dan himbauan setelah berakhirnya program...

Jokowi dorong kerja sama parlemen di ASEAN

Presiden Joko Widodo mendorong dan menekankan pentingnya komitmen dan kerja sama parlemen negara-negara anggota ASEAN sebagai kunci penguatan legislasi menghadapi tantangan keamanan tradisional dan nontradisional.

Presiden Jokowi saat memberikan tanggapan pada pertemuan dengan pemimpin negara-negara ASEAN dan perwakilan delegasi ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) di National Convention Centre, Vientiane, Laos, Selasa, menekankan betapa pentingnya perdamaian, keamanan, dan stabilitas guna mewujudkan kemakmuran kawasan Asia Tenggara (ASEAN).

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Joko Widodo berpendapat bahwa kerja sama antara ASEAN dan AIPA sangat dibutuhkan.

Di tengah kondisi politik dan keamanan yang tidak menentu di kawasan ASEAN, kerja sama antara keduanya dinilai dapat meningkatkan sentralitas ASEAN.

"Komitmen dan kerja sama parlemen menjadi kunci penguatan legislasi menghadapi tantangan keamanan tradisional dan nontradisional. Perdamaian, keamanan, dan stabilitas sekali lagi menjadi kunci dan syarat bagi kemakmuran kawasan," ujar Presiden.

ASEAN sendiri merupakan bentuk kerja sama negara-negara yang memfokuskan pada tiga pilar utama, yakni pilar politik dan keamanan, pilar ekonomi, serta pilar sosial dan kebudayaan.

Ketiga pilar tersebut bersama-sama coba diwujudkan oleh sepuluh negara anggota ASEAN untuk menghadapi tantangan global yang akan datang.

Sebelumnya, pada Selasa pagi ini delegasi masing-masing negara ASEAN telah bertemu dan membicarakan isu-isu kawasan.

Dalam keterangannya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menerangkan bahwa dalam pilar politik dan keamanan, delegasi Indonesia menyampaikan beberapa isu pada pertemuan tersebut, utamanya mengenai penangangan terhadap terorisme dan keamanan wilayah.

"Kita mendorong digunakannya ASEAN Convention on Counter-Terrorism dan mekanisme-mekanisme yang lain dalam rangka pemberantasan terorisme," kata Retno.

Dalam pertemuan tersebut, delegasi Indonesia juga membahas tentang keamanan di wilayah perairan Sulu dan sekitarnya.

Retno menerangkan bahwa Indonesia meminta komitmen tiga negara, yakni Indonesia, Filipina, dan Malaysia, untuk mempererat kerja sama guna mengamankan wilayah tersebut.

"Isu ini sebenarnya juga sudah kami sampaikan pada saat retreat di AMM (ASEAN Ministerial Meeting) Juli yang lalu," katanya.

(Sumber: ANTARA News)

Video KBRI KL

Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur (Embassy of the Republic of Indonesia Kuala Lumpur)
No. 233 Jalan Tun Razak, WP KL 50400, Tel: +603-2116-4016/4017, Fax: +603-2141-7908

Copyright © 2013. All Rights Reserved.