KBRI Kuala Lumpur Perkuat Koordinasi dengan Jabatan Tenaga Kerja Perak

KBRI Kuala Lumpur Perkuat Koordinasi dengan Jabatan Tenaga Kerja Perak

Pada Jum’at 24 Mei 2017 delegasi KBRI Kuala Lumpur menemui pejabat Jabatan Tenaga Kerja (JTK) Negeri Perak di kantor JTK Negeri Perak, Ipoh untuk memperkuat koordinasi...

KBRI Kuala Lumpur dan Bernama Radio Tanda Tangani Perjanjian Program Radio

KBRI Kuala Lumpur dan Bernama Radio Tanda Tangani Perjanjian Program Radio "Kabar Merah Putih"

Penandatanganan Perjanjian Program Radio "Kabar Merah Putih" (KMP) antara KBRI Kuala Lumpur dengan Bernama Radio yang ditandatangani oleh Kepala Kanselerai, Bpk...

KBRI KL dan Pengacara Dampingi Siti Aisyah di Sidang Pertama

KBRI KL dan Pengacara Dampingi Siti Aisyah di Sidang Pertama

Tim Perlindungan WNI KBRI Kuala Lumpur bersama Pengacara dari kantor pengacara Gooi & Azzura mendampingi Siti Aisyah pada sidang pertamanya di Pengadilan Negeri...

KBRI KL Pastikan Kewarganegaraan dan Berikan Pendampingan Pada Siti Aisyah

KBRI KL Pastikan Kewarganegaraan dan Berikan Pendampingan Pada Siti Aisyah

Hari ini (25/2) pukul 10.30 Tim Perlindungan WNI KBRI Kuala Lumpur didampingi pengacara telah melakukan kunjungan kekonsuleran kepada Siti Aisyah di kantor polisi...

Jokowi dorong kerja sama parlemen di ASEAN

Presiden Joko Widodo mendorong dan menekankan pentingnya komitmen dan kerja sama parlemen negara-negara anggota ASEAN sebagai kunci penguatan legislasi menghadapi tantangan keamanan tradisional dan nontradisional.

Presiden Jokowi saat memberikan tanggapan pada pertemuan dengan pemimpin negara-negara ASEAN dan perwakilan delegasi ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) di National Convention Centre, Vientiane, Laos, Selasa, menekankan betapa pentingnya perdamaian, keamanan, dan stabilitas guna mewujudkan kemakmuran kawasan Asia Tenggara (ASEAN).

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Joko Widodo berpendapat bahwa kerja sama antara ASEAN dan AIPA sangat dibutuhkan.

Di tengah kondisi politik dan keamanan yang tidak menentu di kawasan ASEAN, kerja sama antara keduanya dinilai dapat meningkatkan sentralitas ASEAN.

"Komitmen dan kerja sama parlemen menjadi kunci penguatan legislasi menghadapi tantangan keamanan tradisional dan nontradisional. Perdamaian, keamanan, dan stabilitas sekali lagi menjadi kunci dan syarat bagi kemakmuran kawasan," ujar Presiden.

ASEAN sendiri merupakan bentuk kerja sama negara-negara yang memfokuskan pada tiga pilar utama, yakni pilar politik dan keamanan, pilar ekonomi, serta pilar sosial dan kebudayaan.

Ketiga pilar tersebut bersama-sama coba diwujudkan oleh sepuluh negara anggota ASEAN untuk menghadapi tantangan global yang akan datang.

Sebelumnya, pada Selasa pagi ini delegasi masing-masing negara ASEAN telah bertemu dan membicarakan isu-isu kawasan.

Dalam keterangannya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menerangkan bahwa dalam pilar politik dan keamanan, delegasi Indonesia menyampaikan beberapa isu pada pertemuan tersebut, utamanya mengenai penangangan terhadap terorisme dan keamanan wilayah.

"Kita mendorong digunakannya ASEAN Convention on Counter-Terrorism dan mekanisme-mekanisme yang lain dalam rangka pemberantasan terorisme," kata Retno.

Dalam pertemuan tersebut, delegasi Indonesia juga membahas tentang keamanan di wilayah perairan Sulu dan sekitarnya.

Retno menerangkan bahwa Indonesia meminta komitmen tiga negara, yakni Indonesia, Filipina, dan Malaysia, untuk mempererat kerja sama guna mengamankan wilayah tersebut.

"Isu ini sebenarnya juga sudah kami sampaikan pada saat retreat di AMM (ASEAN Ministerial Meeting) Juli yang lalu," katanya.

(Sumber: ANTARA News)

Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur (Embassy of the Republic of Indonesia Kuala Lumpur)
No. 233 Jalan Tun Razak, WP KL 50400, Tel: +603-2116-4016/4017, Fax: +603-2141-7908

Copyright © 2013. All Rights Reserved.