KBRI Kuala Lumpur Perkuat Koordinasi dengan Jabatan Tenaga Kerja Perak

KBRI Kuala Lumpur Perkuat Koordinasi dengan Jabatan Tenaga Kerja Perak

Pada Jum’at 24 Mei 2017 delegasi KBRI Kuala Lumpur menemui pejabat Jabatan Tenaga Kerja (JTK) Negeri Perak di kantor JTK Negeri Perak, Ipoh untuk memperkuat koordinasi...

KBRI Kuala Lumpur dan Bernama Radio Tanda Tangani Perjanjian Program Radio

KBRI Kuala Lumpur dan Bernama Radio Tanda Tangani Perjanjian Program Radio "Kabar Merah Putih"

Penandatanganan Perjanjian Program Radio "Kabar Merah Putih" (KMP) antara KBRI Kuala Lumpur dengan Bernama Radio yang ditandatangani oleh Kepala Kanselerai, Bpk...

KBRI KL dan Pengacara Dampingi Siti Aisyah di Sidang Pertama

KBRI KL dan Pengacara Dampingi Siti Aisyah di Sidang Pertama

Tim Perlindungan WNI KBRI Kuala Lumpur bersama Pengacara dari kantor pengacara Gooi & Azzura mendampingi Siti Aisyah pada sidang pertamanya di Pengadilan Negeri...

KBRI KL Pastikan Kewarganegaraan dan Berikan Pendampingan Pada Siti Aisyah

KBRI KL Pastikan Kewarganegaraan dan Berikan Pendampingan Pada Siti Aisyah

Hari ini (25/2) pukul 10.30 Tim Perlindungan WNI KBRI Kuala Lumpur didampingi pengacara telah melakukan kunjungan kekonsuleran kepada Siti Aisyah di kantor polisi...

Tingkatkan Perekonomian Indonesia Timur, Pemerintah Dorong Kapal Besar Lewat Selat Lombok

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli mengatakan, pemerintah sangat serius untuk meningkatkan perekonomian di kawasan Indonesia Timur.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendorong kapal-kapal besar dari atau ke Australia untuk berlayar melalui Selat Lombok.

"Saat ini, kapal-kapal besar dari luar negeri selalu melewati Selat Malaka baik yang berangkat atau menuju Australia dan Amerika. Padahal Selat Malaka jalurnya sempit, dangkal, dan rawan tabrakan," ujar Rizal, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/6/2016).

Rizal mengatakan, sejatinya Selat Lombok merupakan alternatif yang tepat karena lebih luas dan lebih dalam.

Ramainya lalu lintas di Selat Lombok diharapkan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur.

"Jadi Selat Lombok itu termasuk Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II, yakni dari Selat Lombok, lalu nyambung ke Selat Makassar, hingga ke perairan Filipina," ujar Rizal.

Dia juga menjamin keamanan di perairan Filipina saat ini sudah aman karena ada kerja sama antara Pemerintah Indonesia, Filipina, dan Malaysia untuk menjaga perairan tersebut.

"Jadi dengan banyaknya kapal besar dari luar negeri yang lewat Selat Lombok, nantinya aktivitas ekonomi di Indonesia Timur akan meningkat, karena pelabuhan semakin ramai, semakin banyak kapal yang sauh, dan perekonomian rakyat semakin ramai. Ini kami komunikasikan terus ke negara-negara yang sering melintasi Indonesia," papar dia.

(Sumber: Kompas.com)

Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur (Embassy of the Republic of Indonesia Kuala Lumpur)
No. 233 Jalan Tun Razak, WP KL 50400, Tel: +603-2116-4016/4017, Fax: +603-2141-7908

Copyright © 2013. All Rights Reserved.