14 ABK Indonesia Yang Selamat Dari Insiden Kapal Tenggelam MV Avatar Kembali ke Indonesia

14 ABK Indonesia Yang Selamat Dari Insiden Kapal Tenggelam MV Avatar Kembali ke Indonesia

Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur (KBRI KL) memfasilitasi pemulangan 14 Anak Buah Kapal (ABK) yang selamat pasca insiden tenggelamnya kapal MV Avatar pekan...

Berita Foto : KBRI Kuala Lumpur Peringati Hari Lahir Pancasila

Berita Foto : KBRI Kuala Lumpur Peringati Hari Lahir Pancasila

Pada tanggal 2 Juni 2017 KBRI Kuala Lumpur melaksanakan upacara dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. Upacara dengan tema "Saya Indonesia, Saya Pancasila"...

Komitmen KBRI Kuala Lumpur dalam Upaya Pemberantasan Perdagangan Manusia

Komitmen KBRI Kuala Lumpur dalam Upaya Pemberantasan Perdagangan Manusia

Diskusi bersama Human Trafficking Watch, Malaysia, 21 Mei 2017 (14:30 - 16:30)Mengingat Malaysia sebagai salah satu negara tujuan pengiriman TKI dengan jumlah WNI yang...

Tingkatkan Promosi Wisata dan Branding Awareness Produk Ekspor dalam Indonesia Street Bukit Bintang Fiesta 2017

Tingkatkan Promosi Wisata dan Branding Awareness Produk Ekspor dalam Indonesia Street Bukit Bintang Fiesta 2017

Setelah sukses pada penyelenggaraan Indonesia Street Festival tahun 2016, tahun ini Kementerian Pariwisata Republik Indonesia bekerjasama dengan Kedutaan Besar Republik...

Guru Bina Kemdikbud RI Tiba di CLC Sarawak Malaysia

Kuching, 05 mei 2017:  Setelah berhasil mendaftarkan secara resmi 16 CLC di wilayah Sarawak, Malaysia, di Jabatan   Pendidikan Sarawak dan mendapatkan pengesahan dari Kementerian Pendidikan Malaysia, 15 Guru Bina dari Kemdikbud tahap pertama dihadirkan di Sarawak 05 Mei 2017.  Acara serah terima guru bina  tersebut diadakan pada hari yang sama di Hotel Imperial Kuching, Sarawak, Malaysia. Hadir dalam acara tersebut, Kuasa Usaha ad interim KBRI Kuala Lumpur Andreano Erwin, Konjen RI Kuching Jahar Gultom, Atdikbud KBRI Kuala Lumpur, Prof. Ari Purbayanto, turut hadir perwakilan dari Jabatan Pendidikan Negeri Sarawak, wakil dari Bahagian Khidmat Expatriat Jabatan Imigresen Malaysia Sarawak,  wakil PDRM Sarawak, Kepala Sekolah Indonesia Kota Kinabalu dan Koordinator Penghubung CLC  Sarawak.

Atdikbud dalam sambutannya menyampaikan; "sejak 2014, perjuangan untuk menghadirkan guru CLC di Sarawak cukup panjang, dan pengesahan pendaftaran CLC ke Jabatan Pendidikan Sarawak melalui komunikasi yang aktif dan intens. Apalagi regulasi pendidikan di Sarawak berbeda dengan Sabah. Masalah terberat yang dialami adalah bagaimana syarikat perladangan mau mendaftarkan CLC ke Jabatan Pendidikan Sarawak. Setelah proses panjang 2 tahun, akhirnya 16 CLC telah terdaftar resmi dan mendapatkan pengesahan dari Penerintah Malaysia.  Sebanyak 15 (lima belas) dari 32 orang guru tahap pertama yang dibutuhkan untuk mengajar di 16 CLC Sarawak telah diserahterimakan oleh Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan  Kemdikbud RI.  Guru-guru tersebut adalah guru berpengalaman dan berkinerja bagus karena sebelumnya pernah menjadi guru CLC di sabah. Dengan kehadiran guru-guru tersebut diharapkan murid-murid CLC Sarawak dapat mengukir prestasi di masa yang akan datang melalui pengajaran yang baik.  

Sambutan dari perwakilan Ditjen GTK Kemdikbud Nike Kusumahani, menjelaskan bahwa: "15 guru ini telah memperoleh pembekalan dari Ditjen GTK  Kemdikbud.  Guru-guru ini telah teruji kehandalannya mengajar di CLC di Sabah. Namun jika ada guru yang dinilai melanggar peraturan, Atdikbud dan Konjen RI  Kuching dapat mengambil  tindakan tegas.

Sambutan Konjen RI  Kuching Jahar Gultom  mengapresiasi kepada  semua pihak yang telah memberikan bantuan bagi pengesahan pendaftaran 16 CLC di Sarawak. Diperkirakan ada sekitar 3000 anak-anak WNI yang memerlukan akses pendidikan. Dari 16 CLC  yang telah terdaftar akan terus ditingkatkan.  

Diharapkan guru-guru  bina dari Kemdikbud dapat terus diperbantukan. Karena saat ini para guru lokal di CLC masih mengajar hanya dengan semangat bukan dengan ilmu kependidikan guru yang profesional. Diperlukan sinergi kerjasama yang baik antara guru bina Kemdikbud dengan guru lokal yang telah menjadi perintis di CLC Sarawak. Para guru juga merupakan perpanjangan tangan dari KJRI untuk memberikan informasi positif tentang berbagai peraturan keimigrasian bagi WNI yang berada di lokasi mereka mengajar. Beberapa upaya juga telah dilakukan bagi keberlanjutan pendidikan anak-anak di CLC yang saat ini hanya tingkat SD untuk melanjutkan pendidikan ke SMP di wilayah perbatasan Entikong Indonesia."
 
Kuasa Usaha ad interim KBRI Kuala Lumpur menyampaikan bahwa
"Selain perlindungan, pelayanan WNI dan  pelayanan pendidikan adalah menjadi tugas penting perwakilan RI di wilayah akreditasi Malaysia. Apresiasi disampaikan kepada semua pihak yang telah berjuang keras untuk memberikan pelayanan pendidikan. Para guru bina diharapkan harus menaati peraturan yang ada di Malaysia, dan menjaga nama baik  bangsa selama penugasan"

Setelah selesai serah terima guru bina yang ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima antara Kemdikbud yang diwakili oleh Kasubdit Pendidikan Khusus, Pendidikan Layanan Khusus dan SILN dengsn Konjen RI Kuching disaksikan oleh KUAI dan Atdikbud KBRI Kuala Lumpur,  dilanjutkan dengan arahan dari pihak
Jabatan Pendidikan Negeri Sarawak, Jabatan Imigresen Malaysia Sarawak dan PDRM Sarawak.

Pada tanggal 06 Mei 2017 pagi para guru yang didampingi oleh Tim Kemdikbud, P.F. Pensosbud KJRI Kuching dan Koordinator Penghubung CLC Sarawak menuju lokasi penempatan masing-masing di CLC yang tersebar di Miri dan Bintulu. Pada kesempatan ini KUAI Andreano Erwin dan Atdikbud Ari Purbayanto ikut serta mengantarkan penempatan guru di CLC Ladang Tiga dan CLC Telabit, Miri. [AP]

Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur (Embassy of the Republic of Indonesia Kuala Lumpur)
No. 233 Jalan Tun Razak, WP KL 50400, Tel: +603-2116-4016/4017, Fax: +603-2141-7908

Copyright © 2013. All Rights Reserved.