Komitmen KBRI Kuala Lumpur dalam Upaya Pemberantasan Perdagangan Manusia

Komitmen KBRI Kuala Lumpur dalam Upaya Pemberantasan Perdagangan Manusia

Diskusi bersama Human Trafficking Watch, Malaysia, 21 Mei 2017 (14:30 - 16:30)Mengingat Malaysia sebagai salah satu negara tujuan pengiriman TKI dengan jumlah WNI yang...

Tingkatkan Promosi Wisata dan Branding Awareness Produk Ekspor dalam Indonesia Street Bukit Bintang Fiesta 2017

Tingkatkan Promosi Wisata dan Branding Awareness Produk Ekspor dalam Indonesia Street Bukit Bintang Fiesta 2017

Setelah sukses pada penyelenggaraan Indonesia Street Festival tahun 2016, tahun ini Kementerian Pariwisata Republik Indonesia bekerjasama dengan Kedutaan Besar Republik...

Wonderful Indonesia Festival di Bukit Bintang

Wonderful Indonesia Festival di Bukit Bintang

BUKIT BINTANG – Kementerian Pariwisata bersama dengan KBRI Kuala Lumpur kembali menggelar acara Indonesia Street Bukit Bintang Fiesta di Pavilion Mall, pada tanggal...

Guru Bina Kemdikbud RI Tiba di CLC Sarawak Malaysia

Guru Bina Kemdikbud RI Tiba di CLC Sarawak Malaysia

Kuching, 05 mei 2017:  Setelah berhasil mendaftarkan secara resmi 16 CLC di wilayah Sarawak, Malaysia, di Jabatan   Pendidikan Sarawak dan mendapatkan pengesahan dari...

KBRI Kuala Lumpur Perkuat Koordinasi dengan Jabatan Tenaga Kerja Perak

Pada Jum’at 24 Mei 2017 delegasi KBRI Kuala Lumpur menemui pejabat Jabatan Tenaga Kerja (JTK) Negeri Perak di kantor JTK Negeri Perak, Ipoh untuk memperkuat koordinasi antar staf KBRI Kuala Lumpur dan staf JTK Negeri Perak terutama dalam hal penyelesaian kasus Tenaga Kerja Indonesia  (TKI).

Pada kesempatan tersebut KBRI Kuala Lumpur diwakili oleh Koordinator Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya Trigustono Supriyanto, Koordinator Fungsi Konsuler Yusron B Ambary dan Atase Tenaga Kerja Mustafa Kamal. Delegasi diterima oleh Direktur JTK Negeri En. Kamal dan jajarannnya.

Pertemuan ini membahas mengenai berbagai kendala yang dihadapi KBRI Kuala Lumpur dan JTK dalam menangani kasus TKI seperti klaim asuransi, penanganan kasus TKI ilegal, dan cepatnya penutupan kasus bila pihak TKI pelapor kasus tidak dengan cepat memfollow-up kasus tersebut bila dipanggil oleh JTK.

Membahas klaim asuransi JTK mengungkapkan bahwa ada beberapa kendala terutama terkait identitas dimana satu orang TKI memiliki beberapa identitas selain dari identitas yang dilaporkan. Seringkali nama yang tertera di paspor tidak sesuai dengan nama/identitas aslinya di kampung. Hal ini mengakibatkan kesulitan pencocokan identitas.

Hal tersebut diamini oleh KBRI Kuala Lumpur, Atase Tenaga Kerja Mustafa Kamal menyatakan hal tersebut juga menimbulkan kendala dalam penelusuran ahli waris.

Mustafa Kamal juga mengungkapkan ada kasus dimana ahli waris meninggal sebelum mencairkan bankdraft pembayaran asuransi sehingga bankdraft tersebut harus dikembalikan ke Malaysia dan dirubah nama sesuai dengan nama ahli waris yang masih hidup.

Kasus-kasus seperti inilah yang mengakibatkan pencairan asuransi dapat memakan waktu berbulan-bulan karena identitas harus dipastikan sehingga asuransi dapat sampai ke tangan ahli waris yang berhak.

Terkait permasalahan identitas Koordinator Konsuler Yusron B. Ambary menyatakan bahwa kedepannya permasalahan ini diharapkan dapat diminimalisir sehubungan telah diterapkannya sistem biometrik. Indonesia saat ini telah menerapkan sistem biometrik untuk pembuatan E-KTP dan paspor.

Dalam pertemuan tersebut Koordinator Fungsi Pensosbud Trigustono Supriyanto mengapresiasi kerjasama yang diberikan oleh JTK Negeri Perak selama ini dan berharap dengan adanya pertemuan ini koordinasi akan semakin baik dan banyak hal dapat diselesaikan secara bersama dalam waktu yang singkat.

Pada kesempatan tersebut KBRI Kuala Lumpur menyampaikan daftar kasus klaim asuransi TKI yang masih pending untuk mendapat perhatian dan prioritas JTK Negeri Perak.

Acara pertemuan KBRI Kuala Lumpur dan JTK Negeri Perak ini merupakan bagian dari rangkaian acara Sosialisasi dan Monitoring TKI di Ipoh, Perak yang diadakan pada 24-26 Maret 2017.

Selain pertemuan dengan JTK Negeri Perak, delegasi KBRI Kuala Lumpur juga mengadakan sosialisasi dan monitoring TKI di beberapa perusahaan di Ipoh antara lain pabrik elektronik MuRata, perusahaan D’Win Cleaning Serivce & Aesthetic Contract Sdn. Bhd, perusahaan konstruksi anggota CLAB.(Sumber: KBRI KL/Fan)

Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur (Embassy of the Republic of Indonesia Kuala Lumpur)
No. 233 Jalan Tun Razak, WP KL 50400, Tel: +603-2116-4016/4017, Fax: +603-2141-7908

Copyright © 2013. All Rights Reserved.